Siapa bilang produk buatan sekolah kalah saing dengan pabrik besar? Di SMK-SMTI Pontianak, para siswa konsentrasi keahlian Teknik Kimia Industri (TKI) sudah mampu menciptakan produk rumahan dengan standar kualitas yang diakui dunia industri, lho!
Yuk, intip apa yang dilakukan siswa-siswi SMK-SMTI Pontianak!
Pada konsentrasi keahlian Teknik Kimia Industri, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi langsung mempraktikkan pembuatan produk yang berkualitas dan siap pakai. Program Teknik Kimia Industri merupakan jurusan yang fokus pada teknologi dan pembelajaran yang basisnya proses produksi, di mana siswa langsung terlibat dalam pembuatan produk menggunakan alat-alat produksi yang telah sesuai standar industri.

Produk-produk yang dihasilkan pun telah diuji untuk memastikan hasil akhir dari produk ini telah aman dan bisa digunakan. Sebagai lembaga pendidikan non-profit, sekolah tidak menjual produk secara komersial, melainkan mendistribusikannya kepada perusahaan mitra melalui program Teaching Factory (TEFA).
Dalam skema kerja sama ini, perusahaan menyediakan bahan baku untuk proses produksi di sekolah, sementara siswa memproduksi barang lewat praktikum mapel kejuruan. Produk yang dihasilkan kemudian didistribusikan ke tempat-tempat seperti rumah sakit dan mall oleh perusahaan.
Adapun produk-produk yang pernah didistribusikan ke mitra TEFA adalah handsoap, floorstriper, sabun cuci piring, dan pembersih kaca. Kemudian produk lain yang pernah dibuat oleh siswa-siswi SMK-SMTI Pontianak mencakup lilin aroma, passive diffuser, body soap, sabun padat untuk cuci tangan, minyak kayu putih, minyak sereh wangi, hingga minyak kemiri. Semua dirancang dan diproduksi dengan standar kualitas industri.

Selain untuk didistribusikan, produk-produk ini juga digunakan untuk kebutuhan internal sekolah sehingga SMK-SMTI Pontianak tidak perlu lagi bergantung pada pengadaan bahan pembersih dari pihak luar.

Dengan pembelajaran yang aplikatif dan berorientasi pada industri, jurusan Kimia Industri SMK-SMTI Pontianak tidak hanya mempersiapkan siswa menjadi tenaga kerja terampil, tetapi juga memberikan pengalaman langsung bekerja dengan standar industri profesional.





