SMK SMTI Pontianak kembali menunjukkan perannya dalam mencetak tenaga kerja terampil yang siap bersaing di kancah global. Bertempat di Aula sekolah, Kamis (16/7/2026), sebanyak 318 siswa resmi dilepas dalam upacara wisuda Angkatan ke-56.
Para lulusan tahun ini terdiri dari 96 siswa Teknik Kimia Industri, 128 siswa Teknik Pemesinan, 61 siswa Analisis Pengujian Laboratorium, dan 33 siswa Teknik Otomasi Industri. Dengan terselenggaranya wisuda kali ini, SMK SMTI Pontianak mencatatkan rekor total kelulusan sebanyak 7.165 orang sejak sekolah ini berdiri.
Prosesi wisuda tahun ini digelar secara serentak bersama dengan pelepasan 2.369 lulusan dari sembilan SMK di bawah naungan Kementerian Perindustrian seluruh Indonesia. Kegiatan ini diwarnai dengan studium generale oleh Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, yang hadir secara daring dari SMK-SMAK Bogor.
Investasi Strategis Menuju Indonesia Emas
Dalam sambutannya, Menteri Agus Gumiwang menegaskan bahwa pendidikan vokasi industri merupakan investasi strategis dalam mewujudkan visi Indonesia menjadi negara industri maju. Ia memaparkan bahwa sektor industri pengolahan tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

“Berdasarkan data BPS, pada Triwulan I Tahun 2026 industri pengolahan tumbuh 5,04 persen, menyumbang 19,07 persen terhadap PDB nasional, menyerap lebih dari 20 juta tenaga kerja, serta memberikan kontribusi sekitar 82 persen terhadap ekspor nasional,” ujar Menperin.
Menperin menambahkan, arah pembangunan industri nasional saat ini selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat industrialisasi dan hilirisasi. “Tidak ada hilirisasi tanpa laboratorium, dan tidak ada laboratorium tanpa analis. Tidak ada pabrik yang berjalan tanpa teknisi yang terampil. Cita-cita besar menjadikan Indonesia sebagai pusat manufaktur dunia diwujudkan di meja laboratorium dan lantai produksi,” tegasnya.
Kepada para lulusan, Menperin berpesan agar selalu menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme. Menurutnya, keunggulan kompetensi harus dibarengi dengan kejujuran, karena integritas seorang teknisi atau analis adalah kunci kepercayaan pasar terhadap mutu produk Indonesia.
Kompetensi Berstandar Internasional
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), Doddy Rahadi, menyampaikan bahwa secara nasional, hingga Juli 2026, sebanyak 1.483 orang atau 63,70 persen dari total 2.369 lulusan sekolah vokasi Kemenperin telah terserap bekerja di berbagai perusahaan industri ternama seperti PT Mayora Indah Tbk, PT Astra Daihatsu Motor, dan PT Panasonic Gobel Energy Indonesia.

Khusus di SMK SMTI Pontianak, sekolah terus melakukan transformasi melalui penerapan model pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematic). Inovasi sistem pendidikan ganda (dual system) dengan pola 4-2 juga menjadi andalan, di mana siswa menuntaskan teori selama empat semester di sekolah dan praktik intensif selama dua semester di industri.
Komitmen ini membuahkan hasil membanggakan. Salah satu wisudawan tahun ini, Rizal Firany, bahkan berhasil diterima di Liuzhou University, Tiongkok, pada program studi Intelligent Equipment.
“Tingginya animo masyarakat untuk masuk ke SMK di bawah binaan Kemenperin, dengan rasio pendaftar 1:12,2 pada tahun 2026 ini, menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga kualitas dan tata kelola pendidikan agar lulusan senantiasa kompeten, adaptif, dan siap menjawab kebutuhan industri nasional,” pungkas Doddy.




