Sambut Siswa Baru Tahun Ajaran 2026/2027, SMK SMTI Pontianak Gelar MPLS Penuh Inovasi dan Kedisiplinan

SMK SMTI Pontianak kembali menyambut generasi muda berprestasi melalui rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027. Kegiatan yang menjadi gerbang awal adaptasi peserta didik baru ini dilangsungkan secara tatap muka di lingkungan kampus SMK SMTI Pontianak, pada 20 hingga 24 Juli 2026.

Di tengah pelaksanaan rangkaian kegiatan tersebut, SMK SMTI Pontianak menerima kedatangan Eka Suharti Aprilianti selaku Pengawas Pembina SMK dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat pada tanggal 22 Juli 2026 untuk melakukan monitoring terhadap jalannya kegiatan MPLS, guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan optimal, edukatif, dan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Kunjungan ini menegaskan pentingnya koordinasi lintas instansi dalam mengawal transisi peserta didik baru dari jenjang sebelumnya ke lingkungan sekolah vokasi industri.

MPLS SMK SMTI Pontianak tahun ini diikuti oleh peserta didik baru dari empat kompetensi keahlian unggulan, yakni Teknik Kimia Industri (TKI), Teknik Pemesinan (TP), Analisis Pengujian Laboratorium (APL), dan Teknik Otomasi Industri (TOI).

Selama lima hari pelaksanaan, para siswa mengikuti berbagai agenda terstruktur yang memadukan pembentukan kedisiplinan, wawasan kebangsaan, pengenalan kurikulum berbasis industri, hingga unjuk bakat melalui ajang Exco “Ekskul Contest” pada hari penutupan. Kehadiran unsur TNI dalam pembinaan fisik dan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) turut menanamkan jiwa korsa, ketepatan waktu, serta ketahanan mental sejak hari pertama.

Selain pembinaan kedisiplinan, agenda MPLS juga diisi dengan sosialisasi program strategis sekolah, mulai dari bidang kesiswaan, kurikulum, bimbingan konseling, pengenalan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), hingga kolaborasi perbankan melalui Kartu Pelajar BNI. Pada saat bersamaan, pihak sekolah juga memfasilitasi proses validasi dan pemutakhiran data peserta didik secara tertib dan terstruktur.

Melalui penerapan aturan yang disiplin namun humanis—termasuk kewajiban membawa bekal ramah lingkungan (tumbler), penggunaan atribut identitas berstandar warna jurusan, hingga pemenuhan standar kerapian diri—kegiatan ini sukses membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia, kreatif, inovatif, kompeten, dan siap kerja sesuai dengan motto sekolah.

Scroll to Top