Sebanyak 20 siswa-siswi SMK-SMTI Pontianak berhasil lolos seleksi tahap probation Mayora Academy, sebuah program unggulan yang dirancang untuk mempersiapkan siswa agar siap bekerja secara profesional langsung setelah menyelesaikan pendidikan. Para siswa terpilih ini akan menjalani masa probation selama enam bulan di plant masing-masing, dan jika penilaian menunjukkan hasil yang baik, mereka berhak melanjutkan ke tahap Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).
Proses seleksi dilakukan secara ketat terhadap 27 siswa yang sebelumnya telah melalui rangkaian tahap penilaian, meliputi kehadiran, hasil Medical Check-Up (MCU), tes psikotes, serta penilaian MIDAS. Dari jumlah tersebut, 20 siswa dinyatakan memenuhi syarat dan berhak melanjutkan ke tahap probation.

Program ini akan dimulai dengan acara seremonial di Mayora Learning Center pada Kamis, 2 April 2026, dilanjutkan dengan pemberkasan dan induction di plant masing-masing pada Jumat, 3 April 2026.
Sebelumnya, pada 12 Maret 2026, pihak sekolah telah mengadakan sesi pengarahan khusus pada 27 siswa peserta Mayora Academy. Pengarahan ini bertujuan membekali para siswa dengan pengetahuan dan sikap kerja yang baik, membangun motivasi dan semangat sebelum memasuki dunia industri, serta memastikan kesiapan teknis dan non-teknis pada masing-masing siswa.

Dalam sesi tersebut, sejumlah hal penting disampaikan kepada para siswa, mulai dari pemberian motivasi, pengecekan pengecekan kelengkapan berkas administrasi, tiket keberangkatan, hingga kesiapan tempat tinggal di lokasi penempatan.

Muchlis selaku Plt kepala sekolah juga menyampaikan agar para siswa dapat menjaga sikap dan perilaku, untuk menjaga nama baik almamater SMK-SMTI Pontianak. “Pesan saya jaga nama baik sekolah karena kalian akan menjadi standar lulusan dari SMK-SMTI Pontianak. Saya berharap kalian dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, tidak semua siswa mendapatkan peluang yang sama untuk langsung melanjutkan ke tahap probation setelah menjalani Praktek Kerja Industri,” ujarnya.



