SMK SMTI Pontianak Siap Bergerak Serentak Wujudkan Merdeka Belajar

Tanggal 2 Mei merupakan hari yang diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) setiap tahunnya. Peringatan Hardiknas tidak terlepas dari seorang tokoh pendidikan di Indonesia, yaitu Ki Hadjar Dewantara. Kritiknya terhadap kebijakan pendidikan pada masa pemerintah kolonial Belanda membuatnya diasingkan ke Belanda lalu sepulangnya dari Belanda, Beliau mendirikan lembaga pendidikan Taman Siswa. Beliau diangkat sebagai menteri pendidikan setelah kemerdekaan Indonesia atas jasa – jasanya terhadap dunia pendidikan Indonesia dan tanggal kelahirannya ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Berbicara mengenai pendidikan nasional di era saat ini, pesatnya perkembangan teknologi menjadi tantangan besar bagi dunia pendidikan yang mendorong seluruh pihak pendidikan, baik guru, pemimpin sekolah, dan peserta didik untuk beradaptasi dan berinovasi dalam mencapai tujuan pembelajaran. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pun telah mencanangkan reformasi sistem pendidikan Indonesia melalui kebijakan Merdeka Belajar.

Pembelajaran online (e-learning) memiliki potensi yang kuat dalam upaya pengoptimalisasian konsep merdeka belajar. Dengan ketersediaan materi/bahan ajar yang baik, tugas yang terstruktur, dan waktu yang cukup untuk bereksplorasi dan berdiskusi, tujuan pembelajaran pun dapat tercapai dengan maksimal. SMK SMTI Pontianak telah menjawab tantangan inovasi pendidikan melalui E-Aplikasi Sistem Informasi Akademik (SIA). SIA yang dikembangkan sejak tahun 2017 memuat berbagai informasi mengenai data peserta didik, e-learning, dan laporan hasil belajar, mulanya digunakan sebagai media pembelajaran jarak jauh saat peserta didik melaksanakan Praktik Kerja Industri (Prakerin) di Dunia Usaha/Dunia Industri (DUDI). Dengan e-learning ini, peserta didik yang melaksanakan Prakerin diberi keleluasaan dalam belajar dimana pun dan kapan pun. 

Saat pandemi COVID-19 yang membatasi pembelajaran tatap muka, SMK SMTI Pontianak telah siap untuk mengatasi keterbatasan tersebut melalui SIA SMK SMTI Pontianak ini. Pada menu e-learning, guru dapat mengunggah materi/bahan ajar maupun video pembelajaran yang dapat diunduh peserta didik untuk dipelajari, tersedia pula kolom diskusi untuk memfasilitasi peserta didik dan guru berdiskusi untuk membahas materi pembelajaran. Menu pengumpulan tugas – tugas juga tersedia pada sistem ini, sehingga peserta didik dapat mengunggah tugasnya dan dapat melihat nilai ketuntasan tugas tersebut. Sebagai evaluasi hasil pembelajaran, peserta didik dapat mengikuti ujian online dan guru dapat memantaunya pada pilihan realtime ujian. Serangkaian kegiatan pembelajaran mulai dari persiapan, proses, hingga evaluasi pembelajaran serta ketercapaian kompetensi dapat termonitor melalui sistem ini secara langsung setiap harinya. Selain diakses oleh guru dan peserta didik, sistem ini juga dapat diakses oleh orangtua/wali masing-masing peserta didik sehingga mereka dapat memantau perkembangan pembelajaran putra-putrinya.

Pimpinan sekolah SMK SMTI Pontianak menyadari bahwa selain fasilitas pembelajaran, terdapat satu strategi yang berperan dalam peningkatan mutu pendidikan, yaitu kualitas guru.

“Peningkatan kompetensi guru-guru SMK SMTI Pontianak dilakukan melalui kerja sama dengan pihak industri dalam program magang dan pelatihan guru, baik di dalam maupun luar negeri hingga ke Negeri China, Jepang, Australia, dan Spanyol. Guru tidak dapat digantikan oleh teknologi. Oleh karena itu, guru-guru kami diterjunkan langsung ke industri untuk mempelajari sistem dan proses yang berlangsung di industri yang kemudian dapat diimplementasikan di workshop maupun laboratorium saat mengajar. Dengan demikian pembelajaran yang dilakukan di SMK SMTI Pontianak link and match dengan kebutuhan industri”, ucap Sih Parmawati, Kepala SMK SMTI Pontianak.

"Setelah dibekali ilmu dari program magang dan pelatihan tersebut, guru pun diberikan kebebasan untuk memilih cara penyampaian kompetensi atau cara mengajar agar dapat lebih mudah dipahami oleh peserta didiknya. Kebebasan inilah yang diperlukan untuk mendukung kebijakan Merdeka Belajar," pungkasnya.

Sinergi yang tengah dibangun SMK SMTI Pontianak dengan kebijakan Kemendikbud diharapkan dapat mewujudkan reformasi sistem pendidikan Merdeka Belajar.