SMK-SMTI Pontianak: Evaluasi Pendidikan Sistem Ganda Tahun 2020

SMK-SMTI Pontianak telah melaksanakan evaluasi pendidikan sistem ganda pada Sabtu, 15 Agustus 2020 melalui Zoom Meeting dan disiarkan secara live melalui channel YouTube SMTI Pontianak TV. Pendidikan sistem ganda merupakan salah satu program dari SMK-SMTI Pontianak di mana siswa belajar di sekolah dan praktik langsung di lapangan atau di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), yang bekerja sama dengan SMK-SMTI Pontianak. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tiap tahun yang dilaksanakan oleh SMK-SMTI Pontianak dengan beberapa Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Evaluasi Pendidikan Sistem Ganda dilaksanakan sebagai dasar bahan evaluasi dan perbaikan pendidikan sistem ganda menuju tahun 2021. Kegiatan evaluasi pendidikan sistem ganda dihadiri oleh kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) yakni Bapak Eko S.A. Cahyanto, S.H.,LLM. dan kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Kejuruan dan Vokasi (PPPKV) yakni Ibu Ir. Iken Retnowulan, M.T.

Kepala BPSDMI, Bapak Eko S.A. Cahyanto secara resmi membuka kegiatan evaluasi pendidikan sistem ganda SMK-SMTI Pontianak tahun 2020. Beliau mengatakan bahwa unit pendidikan di bawah Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menerapkan pendidikan sistem ganda dan berharap komunikasi antara pihak sekolah dengan DUDI agar tetap terjalin.

“Kemenperin memiliki 6 program pengembangan vokasi industri, yaitu pendidikan vokasi menuju dual system model Jerman, pembangunan Poltek/Akom di kawasan industri, pembangunan Link and Match SMK dan Industri, pendidikan dan pelatihan system 3 in 1, sertifikat kompetensi tenaga kerja industri, dan pengembangan SDM menuju Industri 4.0. Slogan dari SMK Kemenperin yaitu “Sekali Dayung 5+2 Pulau Terlampaui”, ini dikarenakan siswa dari SMK Kemenperin akan mendapat ijazah dengan nilai UN terbaik, sertifikat kompetensi, sertifikat internasional, sertifikat Bahasa Inggris, terserap di industri 100%, pengembangan pilot project pendidikan dual system, dan pengembangan kompetensi industri 4.0” jelas Kepala PPPKV, Iken Retnowulan.

Kepala SMK-SMTI Pontianak, yakni ibu Sih Parmawati juga menjelaskan bahwa pendidikan dengan dunia usaha diperlukan kolaborasi yakni dari menyiapkan pendidikan dasar, pendidikan karakter, dan keterampilan, kemudian dari pihak dunia usaha menyediakan pelatih dan asisten pelatih tempat kerja. Pola Pelaksanaan Belajar Mengajar (PBM) program sistem ganda SMK-SMTI Pontianak menggunakan model C pola 3-2-1 yakni 3 semester belajar di sekolah, 2 semester belajar di DUDI, dan 1 semester belajar di sekolah untuk menyelesaikan tugas akhir.

SMK-SMTI Pontianak telah bekerja sama dengan 40 DUDI yang tersebar di seluruh Indonesia, diantaranya 36 DUDI hadir dalam evaluasi pendidikan sistem ganda tahun 2020. Perwakilan perusahaan industri berkesempatan untuk menyampaikan masukan serta kinerja para siswa SMK-SMTI Pontianak selama melaksanakan praktik kerja industri (prakerin) pada Januari hingga Maret lalu. Secara keseluruhan, semua perusahaan DUDI merasa sangat puas dan ingin melaksanakan kerja sama secara berkelanjutan pada penyelenggaraan pendidikan sistem ganda tahun 2021 mendatang.