SIF400, Si Canggih dari Spanyol Kini Hadir di SMK SMTI Pontianak

PONTIANAK - Saat ini, dunia pada umumnya telah memasuki revolusi industri keempat dalam sejarahnya. Sebagai fenomena yang mulai digadangkan sejak tahun 2018 ini, Industry 4.0 telah memberikan dampak yang cukup nyata pada perubahan system manufaktur di Indonesia. Sebagai imbas dari adanya perkembangan ini, Kementerian Perindustrian melalui Badan Pengembangan Sumber Daya MAnusia Industri (BPSDMI) memberikan arahan kepada seluruh satuan kerja pendidikan untuk menerapkan kompetensi keahlian di bidang otomasi yang link and match dengan keadaan sebenarnya di dunia industri.

Sebagai salah satu satuan pendidikan di bawah BPSDMI, SMK SMTI Pontianak telah berkomitmen penuh untuk menerapkan pendidikan berkarakter link and match sehingga menghasilkan sumber daya manusia yang dapat bersaing dengan sangat baik di industri di seluruh Indonesia. Tindak lanjut dari komitmen ini, SMK SMTI Pontianak pun tak tanggung-tanggung untuk mendatangkan training kit otomasi sekelas dunia yang telah banyak digunakan di perusahaan-perusahaan besar baik di Asia maupun di Eropa. Alat ini adalah SIF400 yang difabrikasi oleh SMS International Training dan diekspor langsung dari Spanyol pada tahun 2019.

SIF400 Training System adalah simulasi pembelajaran pada smart factory yang memiliki standar otomasi tinggi, termasuk di dalamnya teknologi Industry 4.0. Selain itu, Training System ini memiliki konsep manufaktur tingkat lanjut dan keadaan produksi riil yang berhubungan langsung dengan perusahaan. Pada tingkatan manufaktur, SIF400 memiliki total 14 rangkaian yang dapat memenuhi kebutuhan proses industri sesuai dengan bidangnya. SIF400 Training System yang dimiliki oleh SMK SMTI Pontianak terdiri dari 5 rangkaian teknologi otomasi tingkat advanced, meliputi:
1. SIF-401 Pallet and container feeding station. Rangkaian ini adalah rangkaian awal di mana palet dan container dipersiapkan untuk langkah-langkah berikutnya. Dalam system rangkaian ini, terdapat program bentuk dan ukuran palet dan kontainer. Terdapat dua jenis container yang dapat digunakan yaitu silinder dan kotak.
2. SIF-402 Container filling station (solid). Rangkaian kedua adalah rangkaian kedua untuk mengisi palet dan container dengan material sesuai dengan pesanan pelanggan dan telah terprogram.
3. SIF-405 Capping station. Setelah melewati proses pengisian material, tahap berikutnya adalah pemasangan cap atau tutup container. Tutup container ini ukuran dan bentuknya disesuaikan dengan ukuran dan bentuk container yang diprogramkan.
4. SIF-406 Container warehouse station. Rangkaian ini berperan sebagai gudang penyimpanan final maupun semifinal dari proses produksi. Rangkaian ini memiliki 50 tempat penyimpanan container dan dapat memilahkan container sesuai dengan pesanan pelanggan.
5. SIF-407 Container labelling and dispatching station. Rangkaian akhir ini berperan sebagai pemberi label sebelum container dikirim ke pelanggan sehingga mudah untuk mendeteksi jumlah, bentuk, ukuran dan warna apakah sudah sesuai dengan pesanan.

Guna mengimbangi teknologi supercanggih ini, SMK SMTI Pontianak mempercayakan dan telah mengirim guru-guru terbaiknya ke PT. SMC Automation Indonesia di Cikarang dan SMC International Training di Spanyol untuk dilatih segala hal tentang training kit (baik dalam segi pengoperasian dan maintenance) ini sehingga mereka dapat mentrasfer ilmu mereka kepada siswa. Dengan adanya si canggih dari Spanyol ini, Generasi Milenial lulusan SMK SMTI Pontianak mampu bersaing di indsutri di seluruh penjuru nusantara dan tentunya di kancah internasional.