Apa Kata Mereka Tentang Korupsi?

Tidak terasa, dua bulan sudah sekolah menerapkan school from home (SFH) sejak kasus COVID-19 semakin meningkat.  Proses Belajar Mengajar (PBM) pun dilakukan secara online. Para siswa dapat mengakses materi pembelajaran, tugas, bahkan ujian online melalui Sistem Informasi Akademik (SIA) SMK-SMTI Pontianak. Untuk itu, beberapa aplikasi pendukung dipergunakan  tenaga pendidik untuk memaksimalkan PBM online.

PBM online ini  memiliki beberapa kelemahan. Diantaranya mengharuskan siswa untuk lebih banyak belajar secara mandiri.Hal ini membuat siswa merasa bosan, ditambah lagi imbauan pemerintah untuk tetap di rumah saja. Untuk mengatasi hal tersebut, tenaga pendidik dituntut untuk dapat  mengkreasikan teknik mengajar  menjadi menarik ,sehingga dapat mengatasi rasa penat siswa ketika harus diam di rumah saja.

Salah satu kegiatan bermanfaat sekaligus menghibur adalah penanaman nilai antikorupsi di kalangan pelajar. Siswa dibantu dalam  memahami nilai antikorupsi dengan cara mencari berbagai informasi, lalu menuangkan informasi  tersebut melalui media gambar, seperti karikatur, dan poster antikorupsi. Karya siswa ini berisikan  pandangan mereka tentang korupsi , dan seruan pencegahan tindakan korupsi.
(link terkait : https://www.instagram.com/s/aGlnaGxpZ2h0OjE3ODYzNzI4ODAyODU1OTcz?igshid=12h7wjkhzfoe9&story_media_id=2311418543543238232_3615376220)

Lalu, apa kata mereka tentang korupsi?

"Korupsi merupakan perilaku yang tercela, namun nyatanya perilaku tersebut masih saja terjadi, baik dilakukan secara sadar maupun tidak oleh pelaku. Tindakan memperkaya diri sendiri ini pada umumnya dilakukan oleh orang dewasa dan sering dikaitkan dengan penyalahgunaan kekuasaan oleh orang yang berkuasa. Pendidikan antikorupsi sangat penting ditanamkan kepada siswa di sekolah dengan tujuan agar peserta didik memiliki jiwa antikorupsi. Jiwa antikorupsi inilah yang akan menjadi benteng bagi kami untuk tidak melakukan perbuatan korupsi yang melanggar hukum jika kami sudah dewasa kelak.
Tanpa disadari beberapa tindakan bisa dikatakan melakukan korupsi, seperti terlambat masuk kelas termasuk korupsi waktu, menyontek atau saling bekerja sama saat ujian, hingga mengambil sesuatu yang bukan haknya. Sekolah memiliki peran dalam memberikan edukasi melalui pembelajaran di kelas seperti mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Kami, para pelajar memperoleh pengetahuan bahwa ada peraturan dan  hukuman yang diberikan kepada orang yang melakukan tindak korupsi.   Korupsi itu tidak baik dan tidak sepatutnya dilakukan, baik untuk keuntungan pribadi dan golongan".
(Indah, Kelas X Kimia Industri 2)

"Saya melihat korupsi menjadi hal yang  wajar di Indonesia. Bahkan merupakan  tradisi yang dilakukan  oleh beberapa oknum,  sehingga mencoreng nama baik pemerintahan di mata rakyat. Mengambil sedikit uang dari anggaran, bantuan, dan segala bentuk dana lainnya. Dari beberapa kasus yang terekspose di pemberitaan, yang dilakukan oleh  para petinggi dan wakil rakyat . Mereka yang terjerat kasus ini hanya tersenyum bercengkrama dengan media dan tertidur pulas di penjara. Para Napi koruptor ini masih dapat hidup nyaman di sana. Menurut pemberitaan, beberapa yang memiliki kuasa masih bebas berkeluyuran dan bersosialisasi di luar rumah tahanan. Hukum tidak menjadi ancaman bagi para koruptor itu. Efek hukuman  ini tak pernah membuat para pelaku jera, mengapa? Karena hukum yang berlaku tidak sepadan dengan apa yang mereka perbuat. Bisa kita bayangkan, bagaimana fasilitas napi koruptor ini di lapas. Mereka punya kamar, include toilet, kulkas, ac, dan tv. Bahkan pernah kedapatan napi koruptor dengan santainya ke mall. Itukah yang dinamakan hukuman bagi koruptor? Mengapa pemerintah terlalu santai dengan koruptor? Berbanding terbalik dengan nenek yang mencuri tujuh batang pohon jati di lingkungan rumahnya. Hukum di Indonesia sangat  lemah. Tidak ada hukum yang membuat para koruptor ini jera,  sehingga  mereka  mengulangi perbuatannya  Andai saja para koruptor diberi hukuman setimpal. Seperti di Korea, yaitu dihukum mati. Dengan begitu para koruptor  akan takut dan jera. Korupsi juga bisa terjadi dikalangan siswa, misalnya secara tidak sadar, di kalangan pelajar,  walaupun belum sampai pada tahap tindakan pidana. Misalnya korupsi waktu, Mengulur waktu atau biasa kita sebut dengan 'ngaret' menjadi hal wajar bagi kita. Padahal kebiasaan buruk ini sangat berpengaruh jika kita sering melakukannya. Mari kita koreksi diri dan menerapkan  hidup disiplin.
Menurut saya sebagai pelajar langkah awal pencegahan dapat dilakukan melalui pendidikan karakter serta bimbingan para guru, sehingga   siswa menjadi  taat kepada peraturan. Jika pondasinya sudah ada dan terbentuk, untuk langkah selanjutnya akan mudah dicapai. Karena  pendidikan antikorupsi sangat penting bagi generasi muda  Bila tidak, entah mau berapa kasus korupsi lagi yang akan ada di masa depan.

Mari kita  berantas korupsi, Para generasi muda butuh kritis, bukan hanya puitis!"
(Azka, Kelas X Analisis Pengujian Laboratorium 1)

"Korupsi merupakan perilaku atau tindakan yang sangat tidak terpuji yang dapat merugikan orang banyak dan juga merugikan diri sendiri serta akan ditanggung di akhirat kelak.
Kita sebagai generasi muda bisa mencegah tindakan korupsi di kemudian hari dengan melakukan sosialisasi dan pendidikan nilai-nilai antikorupsi. Selain itu, bimbingan melalui penguatan terhadap norma agama bagi kaum pelajar dapat mendekatkan diri kita kepada sang pencipta dan meminta perlindungan agar dijauhkan dari sifat korupsi.
Peran SMK SMTI Pontianak dalam memerangi korupsi juga diwujudkan dalam penyelenggaran lomba video pendek mengenai tindakan antikorupsi yang dapat menambah wawasan pengetahuan serta kreativitas pelajar di sekolah kami".
(Reza Asefa, XI Teknik Pemesinan 1)